Ads by google:
Ads by google:
Wacana Pemindahan Ibukota

Wacana pemindahan ibu kota dari Jakarta ke lokasi lain terus bergulir. Muncul berbagai nama lokasi yang disebut-sebut layak menggantikan peran Jakarta. Juga diskusi apakah ibu kota baru seharusnya tetap di Jawa atau di pulau lain.
Kali ini muncul satu lagi lokasi yang dianggap Dewan Perwakilan Rakyat  Republik Indonesia (DPR-RI) layak sebagai ibu kota baru, yakni Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Wacana lokasi itu diungkapkan anggota DPR-RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Yudi Widiana Adia,

Lokasi itu ia sebut saat diwawancarai sebelum mengisi Stadium General Musyawarah Daerah Kelompok Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) di Kampus II Universitas Islam Bandung, Sabtu (19/1). 

Yudi sangat berharap usulan pemindahan ibu kota ini segera ditanggapi oleh Presiden Soesilo Bamban Yoedhoyono. “Saya harap pak SBY punya tim yang cukup serius untuk menangani masalah ini. Kemudian DPR juga, harus memunculkan gagasan langkah-langkah politik, untuk mempersiapkan hal tersebut,” katanya. 

Menurut Yudi, musibah yang melanda Jakarta secara tidak langsung melemahkan perekonomian nasional. “Sudah triliunan hilang, baik secara material atau pun immaterial,” ujarnya. 

Perpindahan ibu kota ke Kertajati merupakan hasil diskusi dengan pihak-pihak terkait dalam mempertimbangkan perpindahan pusat pemerintahan. Yudi mengatakan, Kertajati dinilai secara tata ruang nasional sudah siap dalam berbagai infrastruktur. 

“Akses udara sudah ada, tol juga sudah ada, kemudian akses jalan kereta sudah tinggal menyambungkan juga, kemudian pelabuhan Cilamaya sedang akan dikembangkan, “ kata Anggota DPR-RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera tersebut. 

Jika ibu kota benar-benar akan dipindahkan ke Kertajati, Jakarta akan bisa ‘bernapas’ lebih, terutama untuk penataan-penataannya sebagai pusat bisnis. Kertajati dipilih agar tidak menghabiskan dana yang terlalu besar jika dibandingkan harus dipindahkan ke luar Jawa. 

Dalam wawancara siang itu Yudi juga menyampaikan bahwa pembangunan bandara di Kertajati untuk tahun 2013 mendapat bantuan sebesar RP 130 miliar. “Saya yakin orang Jawa Barat akan senang, untuk menjadikan Kerta Jati ibu kota pemerintah, karena aksesnya dekat,” katanya menegaskan. 

Untuk masalah kependudukan Yudi yakin perubahan tata ruang yang akan terjadi tidak akan terlalu dramatis, karena masih dekat dengan Jakarta.
Referensi : republika.co.id
Ads By Google :
Bermanfaat kan? Yuk Share ke :
Facebook Tweet